Jumat, 11 Juni 2010

" ISME "

“ISME”


Ciri karakteristik suatu bangsa ditentukan oleh ajaran atau faham yang dianutnya. Faham merupakan akar yang dapat membentuk pola pikir manusia, cara berpikir dan beraktivitasnya manusia akan dipengaruhi oleh faham yang dianutnya. Faham sering disebut juga dengan istilah “ism” atau “isme”. Istilah ini diambil dari bahasa inggris yang arti langsungnya adalah ajaran. Namun manusia lebih sering menyebut istilah ini bersatu dengan faham yang dianutnya, misalnya Islamisme, Pancasialisme, Komunisme, dll. Karena “isme” lebih kuat dikaitkan dengan ajaran yang akan dijadikan pedoman, pandangan, rujukan, sumber dari segala sumber hukum, ideologi, atau aqidah.

Setiap manusia harus memiliki “isme” dalam hidupnya. Hanya orang sakit jiwa (baca : gila) yang hidup tanpa memiliki “isme” sebab itu adalah merupakan jiwa (baca : ruh) manusia. Dengan “isme” ini manusia dapat dipersatukan, namun gara-gara “isme” juga manusia bisa berselisih, berdebat, bermusuhan bahkan saling membunuh. “Isme” adalah sesuatu yang sakral bagi penganutnya. Bahkan manusia berani dan rela berkorban demi mempertahankan “isme” yang dianutnya.

Allah S.W.T. sudah menurunkan “isme’”-Nya untuk umat manusia yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW ke muka bumi ini melalui islam.


Dalam Surat Al-Jaatsiyah (45) Ayat 20 Allah S.W.T berfirman :


Artinya : “Al Quran ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.”


Kata Basyoiru Linnasi (digarisbawahi) dalam kalimat diatas mengandung makna bahwa seluruh umat manusia harus berpedoman kepada Al-Quran. Dengan kata lain, umat manusia dalam hidupnya harus ber-Undang-undang kepada Al-Qur’an. Namun tentu timbul pertanyaan, bagaimanakah dengan agama lain ?.

Dalam sejarah, islam tidak pernah memaksa agama lain untuk memeluk agamanya karena hal itu sudah di wahyukan oleh Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah (2) Ayat 256 :


Artinya : “tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. karena itu Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.”


Rasulullah S.A.W. telah memberikan contoh bagaimanakah Al-Qur’an dijadikan pedoman oleh umat manusia. Mari kita mengulas sejarah Rasulullah SAW sejenak.

“Setelah hijrahnya Rasulullah SAW ke Yasthrib (Baca : Madinah) beliau bertindak sebagai pemimpin komunitas masyarakat yasthrib dalam suatu Daulah yang disebut dengan Negara saat ini.

Munawir Sadjali dalam bukunya yang berjudul “Islam dan Tata Negara” tahun 1993 menukilkan bahwa Bai’at aqabah merupakan batu pertama bangunan negara Islam. Bai’at tersebut merupakan janji setia beberapa penduduk Yasthrib kepada Rasulullah, sebagai bukti pengakuan atas Muhammad sebagai pemimpin (bukan hanya sebagai Rasul) sebab pengakuan Muhammad sebagai Rasulullah dilakukan dengan melalui syahadat. Sejak saat itu Rasulullah telah memiliki pendukung dalam menegakkan daulah Islamiyah (baca : Negara Islam) yang pertama di Madinah. Yang kemudian diikuti oleh para sahabat beliau hijrah ke Yasthrib karena perintah Allah S.W.T., Rasulullah sendiri Hijrah bergabung dengan mereka belakangan.

Kemudian Yasthrib diubah namanya menjadi Madinah. Disinilah pertama kali terbentuknya komunitas Islam yang bebas dan merdeka di bawah pimpinan Nabi Muhammad SAW, dimana Al-Qur’an dijadikan Undang-undang Dasarnya.

Penduduk Madinah terdiri dari tiga golongan :

Pertama kaum muslimin yang terdiri dari kaum Muhajirin dan Anshar, dan ini adalah kelompok mayoritas.

Kedua, kaum musyrikin, yaitu orang-orang suku Aus dan Kharaj yang belum masuk Islam, kelompok ini minoritas.

Ketiga, kaum Yahudi yang terdiri dari empat kelompok : Satu kelompok tinggal di dalam kota Madinah, yaitu Banu Qunaiqa. Tiga kelompok lainnya tinggal di luar kota Madinah, yaitu Banu Nadlir, Banu Quaraizhah, dan Yahudi Khibar.

Madinah adalah masyarakat majemuk. Hubungan antar komunitas yang ada di Madinah diatur oleh Piagam (Watsiqah) Madinah yang berlandaskan Al-Qur’an. Piagam Madinah ini merupakan konstitusi negara yang berlaku bukan hanya bagi kaum muslimin namun untuk segenap penduduk Madinah tanpa menbeda-bedakan suku dan agamanya.

Piagam tersebut menjelaskan hak dan kewajiban warga negara, baik yang beragama Islam maupun Non Islam. Tidak hanya umat islam yang mempunyai hak perlindungan namun warga Yahudi, Nasrani dan Majusi juga memeliki hak yang sama. Harta dan jiwa mereka mendapatkan hak perlindungan dan pengayoman. Namun apabila terjadi perselisihan, undang-undang Islam-lah yang harus diikuti.

Di bidang pemerintahan, sebagai kepala pemerintahan Rasulullah mengangkat beberapa sahabat untuk menjalankan beberapa fungsi yang diperlukan agar manajemen pengaturan masyarakat berjalan dengan baik. Rasul mengangkat Abu Bakar dan Umar bin Khattab sebagai wajir. Juga mengangkat beberapa sahabat yang lain sebagai pemimpin wilayah Islam, diantaranya Muadz Bin Jabal sebagai wali (sekarang disebut gubernur) sekaligus qadhi di Yaman.

Sebagai Kepala Negara, Rasulullah melaksanakan hubungan dengan negara-negara lain. Menurut Tahir Azhari (Negara Hukum, 1992) Rasulullah mengirimkan sekitar 30 buah surat kepada kepala negara lain, diantaranya kepada Al Muqauqis Penguasa Mesir, Kisra Penguasa Persia dan Kaisar Heraclius, Penguasa Tinggi Romawi di Palestina. Nabi mengajak mereka masuk Islam, sehingga politik luar negeri negara Islam adalah dakwah semata, bila mereka tidak bersedia masuk Islam maka diminta untuk tunduk, dan bila tidak mau maka negara tersebut diperangi.”.


Hingga saat ini ajaran Rasulullah masih dipegang teguh oleh sebagian umat islam. Namun sayang sebagian kaum muslimin, ajaran tersebut hanya dijadikan hiasan dan kajian saja tanpa dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Ini dikarenakan ajaran tersebut sudah digeser fungsinya oleh ajaran-ajaran lain buatan manusia yang disebut dengan “isme”. Kaum muslimin sudah larut dan terjerembab kedalam “isme” tersebut sehingga lupa tentang “isme” yang dibawa oleh Rasulullah SAW. Kaum muslimin menjadi takut untuk menyuarakan “isme” nya. Padahal Rasulullah SAW sudah meninggalkan dua perkara bagi kaum muslimin yang apabila berpegang teguh terhadap keduanya maka tidak akan tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullahi Wa Sunaturrasulullah.

Wallahu Alam Bi Shawab.


adammulia68.blogspot.com/

Konsep Cash Flow Quadrant & Poor Dad, Rich Dad

MENUJU KEBEBASAN FINANCIAL
Konsep Cash Flow Quadrant & Poor Dad, Rich Dad



Untuk memiliki kebebasan finansial, kita mutlak harus memiliki Kecerdasan Finansial/FC (Financial Quotient). Untuk memiliki kecerdasan finansial, kita tidak perlu jenius secara IQ namun hanya membutuhkan upaya untuk merubah persepsi atau pola pikir kita tentang uang. Benarkah jika semakin kaya seseorang maka ia harus semakin sibuk?



Ternyata Tidak! Dan hanya orang yang punya kecerdasan finansial yang tahu rahasianya.

Menurut Robert T Kiyosaki, penulis best seller "Rich Dad Poor Dad", untuk memperoleh penghasilan, kita bisa mendapatkannya dari 4 quadran berikut ini:







1. KUADARAN "E" (EMPLOYEE / KARYAWAN)

kita bekerja untuk ORANG LAIN, dimana kita telah terikat untuk bekerja dengan waktu tertentu dan dengan penghasilan yang tertentu juga.



2. KUADRAN "S" (SELF EMPLOYED / PROFESIONAL /SMALL BUSINESS)

kita bekerja untuk DIRI ANDA SENDIRI, dimana kita tidak terikat secara waktu dan penghasilan, tetapi kita harus BEKERJA SEMAKIN KERAS (menghabiskan lebih banyak waktu), untuk memperoleh penghasilan yang lebih besar.



3. KUADRAN "B" (BUSINESS OWNER / PEMILIK BISNIS)

kita bisa mendapatkan penghasilan dari SISTEM, dimana dalam sistem ini ORANG LAIN bekerja untuk kita. Jadi kita tidak terikat waktu, tetapi penghasilan tak terbatas.



4. KUADRAN "I" (INVESTOR / PENANAM MODAL)

kita mendapatkan penghasilan dengan menanam modal, sehingga UANG bekerja untuk kita.



kita lihat perbedaan mendasar dari 4 kuadran diatas, pada kuadran 1 dan 2, penghasilan kita linier terhadap waktu yang kita miliki, artinya semakin kita kaya maka semakin sibuklah kita!



Jadi pertanyaannya: Sampai kapan Anda sanggup untuk SIBUK?



Apakah hidup ini hanya akan anda habiskan untuk mendapatkan UANG? Dan kalau Anda tidak bekerja maka tidak akan mendapat uang...



Menurut sebuah penelitian terbukti bahwa pada usia 35 tahun kualitas kehidupan seseorang berada dipuncak, sehingga semakin lama semakin menurun. SUDAHKAN SIAPKAH ANDA?



Pada kuadran kiri atau 1 dan 2, orang memilih untuk mendapatkan KEAMANAN. Karena menurut mereka, jika setiap bulan menerima penghasilan akan aman.. Padahal kalau di PHK atau sakit? Penghasilan hilang seketika..!



Jadi yang diperoleh sebenarnya adalah KEAMANAN KERJA bukan keamanan penghasilan.



Pada kuadran kanan atau 3 dan 4, orang memilih untuk mendapatkan KEBEBASAN. Bebas berusaha untuk mendapatkan penghasilan berapapun yg mereka inginkan!!! Jadi dia bisa mendapatkan KEBEBASAN PENGHASILAN dan WAKTU.



Kembali pada tulisan Robert T. Kiyosaki : Jika anda ingin mendapatkan penghasilan tak terbatas namun waktu yang anda miliki semakin luang maka Anda harus masuk ke kuadran Kanan 3 atau 4.



TETAPI Apakah untuk itu semudah anda berganti karier? TIDAK MUDAH!

Untuk masuk kuadran 4 Anda sudah tentu harus punya BANYAK UANG untuk diinvestasikan. Jika anda punya maka anda hanya perlu FQ atau Kecerdasan Finansial, sehingga anda mampu mengendalikan RESIKO. Untuk anda berpindah ke kuadran 3 maka anda harus MENCIPTAKAN SISTEM, atau MEMBELI SISTEM yang sudah ada. Untuk menciptakan sistem dibutuhkan kemampuan luar biasa dan EQ atau Kecerdasan Emosional, dalam membuat sistem baru banyak orang yang harus melalui berbagai rintangan dan kegagalan dan sebelum mencapai kesuksesan seringkali harus gagal lebih dari 3 kali.


Selain menciptakan kita bisa membeli sistem yang sudah sukses, sistem yang bisa dibeli ada 2 macam yaitu Franchise (Waralaba) dan dari Sistem Pemasaran Berjenjang. Untuk mendapatkan kebebasan penghasilan / Finansial minimal kitaharus berada di kuadran 3, kita harus memiliki SISTEM.

Cara mudah untuk memiliki sistem adalah dengan membeli sistem yang sudah sukses. Dan sistem yang terbukti sudah sukses tetapi murah adalah Pemasaran Berjenjang

Melalui konsep ini kita bisa belajar untuk mengendalikan RESIKO, sambil mengembangkan EQ juga belajar bagaimana jatuh bangunnya memulai bisnis sendiri namun sekali lagi dengan murah.

PARADIGMA SUKSES

JALAN MEWUJUDKAN KEBAHAGIAAN

CARANYA BERFIKIR ORANG YANG SUDAH SUKSES

(PARADIGMA SUKSES)



Semua orang ingin hidup bahagia. Tetapi, keinginan saja tidak cukup. la harus melakukan sesuatu untuk hidupnya.


KEBAHAGIAAN adalah dambaan setiap orang. Kebahagiaan akan tercapai jika orang mampu mewujudkan segala impiannya. Kunci dari kebahagiaan adalah kebebasan finansial (berpenghasilan besar), kebebasan waktu untuk beraktifitas sesuai keinginannya tanpa terikat waktu & pekerjaan, serta kebebasan fikiran (bebas stress).


Ketiga faktor ini akan memudahkan orang untuk merealisasikan impian-impian besar yang merupakan perwujudan dari kebahagiaan dan berbagi. Misalnya:

1. Kebahagiaan keluarga: istri dan anak-anak tercinta.
2. Kebahagiaan orangtua.
3. Kebahagiaan kerabat.
4. Kebahagiaan orang-orang yang membutuhkan.


Dengan kebebasan finansial, kebebasan waktu, dan kebebasan fikiran, kita bisa berbagi kepada banyak orang. Penghasilan besar akan memudahkan orang beramal dan banyak memberi kepada orang-orang tercinta dan yang membutuhkan. Kebebasan waktu dan fikiran akan membuat orang lebih taat, khusuk, dan rajin dalam beribadah.



Manusia terbaik adalah yang banyak bermanfaat bagi kerabat dan orang-orang di sekitarnya.



Mengubah Paradigma
Apa yang ada pada kebanyakan orang untuk mewujudkan kebahagiaan? Fakta menunjukkan bahwa kebanyakan orang lebih memilih bekerja dan menjadi karyawan untuk meniti kesuksesan. Sebagian yang lain menjadi professional seperti dokter, pengacara, notaris, arsitek, dan konsultan sebagai jalan menuju sukses. Atau menjadi pengusaha walaupun harus dengan modal.


Melalui kerja keras sudah banyak juga orang yang berhasil mewujudkan kebahagiaan melalui pilihan profesi-profesi tersebut. Tetapi sebagian besar orang sulit mewujudkan impian tersebut.


Misalnya, untuk menjadi karyawan yang sukses dan seorang profesional handal dituntut memiliki latar belakang pendidikan yang mendukung. Sementara kebanyakan orang tidak mampu memenuhi tuntutan tersebut. Atau, banyak juga orang tidak berhasil mewujudkan kebahagiaan walaupun sudah memiliki latar belakang pendidikan yang baik.


Penghasilan Pasif (Passive Income)
Saatnya mencoba profesi ini yang didasari paradigma sukses. Paradigma ini muncul dari orang-orang yang telah meraih kesuksesan dari aset yang telah dibangunnya. Setelah beberapa tahun bekerja keras, aset yang dibangunnya memberikan penghasilan pasif bagi mereka (passive income).


Penghasilan pasif ini sangat berbeda dengan penghasilan aktif yang selama ini dilakukan kebanyakan orang seperti bekerja atau menjadi seorang professional. Dengan penghasilan pasif ini seseorang tidak lagi dibebani dengan jadwal kerja maupun tuntutan praktik. Mereka bisa lebih menikmati kebebasan finansial dan waktu.


Selain itu, penghasilan pasif tidak terganggu dengan kondisi seseorang yang mungkin saja sudah memasuki masa tidak produktif. Misalnya saja, ketika orang tersebut berusia lanjut bahkan meninggal dunia. Jadi, aset yang telah dibangunnya akan menjadi sumber penghasilan yang akan terus mengalir menghidupi keluarga untuk masa depannya.


Siapa pun bisa Membangun Aset
Membangun aset ini bisa dilakukan oleh semua orang tanpa kecuali. Mulai dari masyarakat umum berpendidikan rendah sampai orang-orang yang berpendidikan tinggi. Para karyawan, pofesional dan pengusaha juga bisa membangun aset.


Ada tiga cara membangun aset bisa menjadi pilihan :

Perusahaan bersistem (konglomerasi)
Membangun dan mengembangkan sistem bisnis sendiri. Contoh perusahaan bersistem adalah Matahari Dept. Store, Carrefour Hypermarket.


Bisnis Waralaba (franchise)
Membeli sebuah sistem yang sudah jadi dan tinggal menjalankannya. Conoth bisnis waralaba adalah: Indomaret, Alfamaret, Mc Donald, Pizza Hut, dll.


Waralaba Pribadi (Personal Franchise/Network Marketing)
Anda membeli dan menjadi bagian dari sistem marketing yang sudah terbentuk.

Konsep kesatu dan kedua sangat membutuhkan modal yang besar dan berisiko besar. Jadi, konsep ketiga adalah yang paling mungkin dilakukan oleh semua orang. Melalui waralaba pribadi, orang bisa membangun aset tanpa harus meninggalkan profesi atau pekerjaan yang sedang dijalani saat ini.


Waralaba pribadi juga bisa menjadi pilihan bagi orang yang ingin mengembangkan bisnis pribadi. Konsep bisnis ini juga bisa menjadi jalan bagi para mahasiswa untuk mewujudkan masa depannya. Peluang kesuksesan membangun bisnis pribadi terbuka luas untuk waktu sepanjang masa.
Mulai sekarang, marilah membangun aset sebelum Anda membutuhkannya.

The Wellness Boom / Baby Boomer

The Wellness Boom / Baby Boomer
Mengapa semua orang selalu membicarakan Peluang Bisnis Kesehatan?


Menurut ekonom dan penulis buku Profesor Paul Zane Pilzer, dalam satu dekade mendatang industri dibidang kesehatan berkembang secara fantastik.

BABY BOOMER adalah generasi trendsetter gaya hidup yang mampu menjadi mesin penggerak ekonomi global. Mereka yang membuat industri properti meledak, industri otomotif berkembang pesat, menggerakkan industri asuransi, komputer, dan internet.


Baby Boomer adalah generasi yang berada pada puncak penghasilan. Mampu mendapatkan lebih banyak uang, dan memiliki daya beli tinggi. Mereka berada pada tingkat produktifitas tinggi.


Pada usia yang sangat produktif (37 sampai 55 tahun) mereka ingin lebih sehat (feel healthier), memperbaiki penampilan (look better), memperlambat penuaan (slow down aging), dan ingin mencegah berbagai macam penyakit (prevent diseases).


Pemerintah pun tidak mau generasi ini runtuh, karena di Amerika, jumlah mereka yang hanya 30% dari populasi bisa memberikan sumbangan GNP (Growth National Product) sampai 50%. Di Amerika, menurut Paul, generasi Baby Boomer menghabiskan US$ 200 miliar per tahun untuk produk perawatan kesehatan atau sekitar setengah dari angka belanja kendaraan. Paul memprediksi pada akhir 2010, belanja produk kesehatan generasi ini akan mencapai US$ 1,9 juta atau sekitar Rp 19 miliar per menit. Meningkat sekitar 500%.


Jadi, jika pada tahun 70-an, dunia dikejutkan dengan microwave, tahun 80-an industri video meledak, tahun 90-an, industri komputer dan internet merambah dunia, maka memasuki abad 21 ini, industri perawatan kesehatan (wellness industry) akan merajai dunia. Apalagi, tekanan persaingan, pola makan, dan polusi semakin tinggi.


Ini adalah sebuah Peluang! Munurut Paul, ada Empat pilihan, Pertama, menjadi tenaga ahli (practitioner), mereka akan merasakan hasilnya dalam jangka waktu beberapa tahun mendatang. Syaratnya, harus dibekali dengan pendidikan. jadi, harus melakukan investasi dalam bentuk sekolah yang akan menghabiskan dana tidak sedikit dan waktu beberapa tahun. Lalu, mau menukarkan waktu sebagai peneliti dengan uang.


Kedua, sebagai produsen (Manufacture). Tentu saja harus didukung dengan investasi jutaan, bahkan miliaran dolar Amerika untuk membangun pabrik, infrastruktur, biaya riset, hak paten, pengangkutan barang dll.


Ketiga, penjual eceran juga berpeluang yang sangat menggiurkan. Tetapi tetap saja harus menyiapkan beberapa hal. Seperti, membayar lisensi, mampu bekerja tujuh hari seminggu, memiliki strategi iklan, dan membayar sejumlah karyawan.


Keempat, distributor. Dalam 30 tahun perkembangan bisnis di dunia, distributor adalah bagian rantai bisnis yang mendapat keuntungan paling besar. Sam Walton (pemilik Wall Mart), Fred Smith (Fedex), Josh Bishop (Arnazon.com). Mereka adalah distributor dengan cara yang selama ini dikenal masyarakat.


Distributor abad 21 ini akan menjadi miliarder dengan cara yang lebih cerdas. Yakni memberikan pendidikan kepada konsumen tentang produk baru dan memberikan informasi tentang cara penyalurannya. Yakni, dengan sistem Network Marketing.


Bisnis distribusi ini memang sangat mengendalikan kecepatan pikiran, dan penguasaan produk yang lebih baik. Pasar potensial adalah Baby Boomer. Di Amerika saja jumlah mereka sekitar 78 juta dengan uang tunai US$ 1 triliun. Mereka siap membayar berapa saja agar tetap awet muda, sehat, dan penuh vitalitas.


Sebuah pepatah dari Cheryl Russel: "Bisnis yang cukup cerdik adalah mengenali apa yang diinginkan Baby Boomer". Apa anda masih mau menunda kesempatan untuk mengambil peluang ini sekarang dan jadi bagian didalamnya, atau membiarkannya lewat begitu saja? Anda yang memutuskan!


(Dikutip dari The Next Trillion karya Paul Zane Pilzer)

Kumpulan Motivasi Islam ( www.motivasi-islami.com)

Semakin Anda memahami lebih banyak tentang dunia di sekitar Anda, semakin bergairah dan penasaran terhadap kenyataan hidup dalam hidup Anda.

Gairah adalah salah satu elemen pokok yang meringankan upaya dan mengubah kegiatan-kegiatan yang biasa-biasa saja menjadi suatu pekerjaan yang dapat dinikmati.

Semakin besar “Mengapa” Anda akan semakin besar energi yang mendorong Anda untuk meraih sukses.

Mimpi tidak hanya membantu Anda berhadapan dengan kegagalan, tetapi mereka juga memotivasi Anda secara konstan.

Mimpi masa kini adalah kenyataan hari esok.

Anda bisa, jika Anda berpikir bisa, selama akal mengatakan bisa. Batasan apakah sesuatu masuk akal atau tidak, kita lihat saja orang lain, jika orang lain telah melakukannya atau telah mencapai impiannya, maka impian tersebut adalah masuk akal.

Menuliskan tujuan akan sangat membantu dalam menjaga alasan melakukan sesuatu.

Apakah kita bisa untuk mengemban misi kita? Insya Allah kita bisa, karena Allah Mahatahu, Allah tahu sampai dimana potensi dan kemampuan kita. Jika kita tidak merasa mampu berarti kita belum benar-benar mengoptimalkan potensi kita.

Jika target obsesi itu baik, maka memiliki obsesi bukan hanya baik, tetapi harus. Karena motivasi dari sebuah obsesi sangat kuat.

Untuk menjadi sukses, Anda harus memutuskan dengan tepat apa yang Anda inginkan, tuliskan dan kemudian buatlah sebuah rencana untuk mencapainya.

Bisakah kita meraih sukses yang lebih besar lagi?

Merumuskan Visi dan Misi adalah salah satu bentuk dalam mengambil keputusan, bahkan pengambilan keputusan yang cukup fundamental. Visi dan Misi Anda akan menjiwai segala
gerak dan tindakan di masa datang.

Jangan takut dengan gagalnya meraih visi, kegagalan meraih visi sebenarnya bukan suatu kegagalan, tetapi merupakan keberhasilan yang Anda tempuh meski tidak sepenuhnya.

Visi itulah yang akan menuntun perjalanan hidup Anda.

Menciptakan kebiasaan baru adalah salah satu dari kunci sukses. Jika anda ingin sukses Anda harus mulai menciptakan kebiasaan-kebiasaan yang akan membawa Anda kepada kesuksesan.

Jika Anda ingin menang— dalam bisnis, karir, pendidikan, olah raga, dsb— maka Anda harus memiliki kebiasaan-kebiasaan seorang pemenang pula.

Jika Anda ingin suatu kehidupan yang berbeda, buatlah keputusan yang berbeda juga.

Tengoklah kembali perjalanan Anda saat ini, akan menuju kemana? Apakah ke arah yang lebih baik, atau ke arah yang lebih buruk, atau tetap saja seperti saat ini? Tetapkanlah sebuah putusan dan jalanilah menuju konsekuensinya.

Potensial pilihan Anda begitu melimpah, keputusan Anda dapat saja merubah hidup Anda secara dramatis dalam waktu singkat.

Hanya satu motivasi yang ada, yaitu Allah. Adapun motivasi lainnya harus dalam rangka “karena dan/atau untuk” Allah.

Cinta terbesar dan cinta hakiki bagi orang yang beriman ialah cinta kepada Allah. Sehingga cinta kepada Allah-lah yang seharusnya menjadi motivator terbesar dan tidak terbatas.

Sukses yang sudah Anda alami di masa lalu akan membantu untuk memotivasi Anda di masa yang akan datang.

Jika Allah yang menjadi tujuan, kenapa harus dikalahkan oleh rintangan-rintangan yang kecil di hadapan Allah? Jika mencari nafkah merupakan ibadah, semakin kerja keras kita, insya Allah semakin besar pahala yang akan diberikan oleh Allah. Jika nafkah yang didapat merupakan bekal untuk beribadah, maka semakin banyak nafkah yang didapat, semakin banyak ibadah yang bisa dilakukan.

Uang + Ahklaqul Karimah akan menjadi modal yang sangat berharga baik untuk Anda sendiri, maupun untuk kemajuan Umat Islam. Kejarlah keduanya.

Jika niat sudah terpancang karena Allah, tidak akan ada halangan yang bisa menghentikan seseorang melakukan sesuatu. Niat karena Allah ialah motivator yang utama dan seharusnya menjadi satu-satunya motivator kita.

Jangan sampai kita terlena untuk memenuhi kekayaan duniawi yang sifatnya hanya sementara saja, hingga kita lupa akan tugas kita yang sesungguhnya di dunia ini yaitu mengumpulkan perbekalan untuk menuju kampung akhirat yang kekal. Jadi perkayalah diri Anda baik dengan materi maupun dengan ruhani, dan bagikan kekayaan tersebut kepada orang-orang yang ada disekitar Anda, terutama yang lebih membutuhkan.

Ada peluang dan ancaman dibalik harta yang kita miliki.

Tindakan kita akan mengacu kepada apa yang ada dalam pikiran kita.

Jangan terpaku dengan asumsi dan persepsi sendiri, karena bisa salah. Cobalah mulai membuka pikiran Anda terhadap pikiran orang lain, tentu saja dengan filter nilai-nilai yang Anda anut.

Seperti perkelahian orang yang kecil dengan orang yang besar, jika mengadu tenaga atau kekuatan tentu saja si kecil akan kalah, tetapi dengan kecerdikan, si besar bisa dikalahkan.

Sudahkah Anda melihat dan meneliti apa yang sudah Anda lakukan dan membuat rencana ke depan agar lebih baik?

Proyek besar tidak bisa diselesaikan sekaligus, tetapi harus dibagi-bagi kebagian yang kecil dan dapat dikendalikan.

Anda hanya memerlukan rencana yang sederhana dan tetap sederhana, yang penting Anda konsisten menjalankannya.

Dua hal yang perlu Anda ketahui sebelum memulai bisnis, pertama ketahuilah bahwa bisnis itu tidak mudah, kedua bekali diri Anda dengan sikap dan keterampilan yang memadai. Tetapi yakinlah bahwa Anda bisa.

Rencana adalah jembatan menuju mimpimu, jika tidak membuat rencana berarti tidak memiliki pijakan langkahmu menuju apa yang kamu cita-citakan.

Putuskan apa yang Anda inginkan, kemudian tulislah sebuah rencana, maka Anda akan menemukan kehidupan yang lebih mudah dibanding dengan sebelumnya.

Rencana memberikan arah langkah Anda.

Kunci pengelolaan waktu yang efektif: mengeset prioritas dan konsentrasi pada satu pekerjaan pada satu waktu.

Untuk mencapai puncak, Anda harus melalui anak tangga dan terus menerus naik, maka Anda akan mencapai puncak yang Anda inginkan.

Jika sukses merupakan akibat, tentu saja ada sebabnya. Jadi langkah pertama jika Anda ingin sukses ialah dengan mengetahui terlebih dahulu sebab-sebab yang membuat orang lain sukses.

Apa yang membedakan Anda dengan orang lain yang sukses? Jawabannya karena Anda tidak mengerjakan apa yang orang sukses kerjakan.

Segala sesuatu yang kita kejar selalu menuntut bayaran. Hal yang paling umum yang diperlukan saat mengejar cita-cita ialah mengganggu zona nyaman.

Suatu saat mungkin Anda merasa dunia ini bau terasi, kemana pun Anda pergi bau terasi selalu tercium. Sebelum Anda memutuskan bahwa dunia ini penuh dengan terasi, periksalah diri Anda mungkin ada terasi pada kumis atau pakaian Anda.

Untuk mengubah sikap, ternyata tergantung pada diri Anda sendiri.

Menghilangkan sifat dengki pada diri kita akan membantu kita menuju kesuksesan baik dunia maupun akhirat.

Dengan disiplin bukan saja kita tidak mendapatkan sangsi, tetapi dengan disiplin kita akan meraih sukses, terhindar (insya Allah) dari kecelakaan, dan disiplin juga adalah ibadah.

Bermimpilah, buatlah tujuan dari mimpi Anda, buatlah rencana, lakukan rencana, dan capailah mimpi Anda.

Mungkin saja di tempat lain rezeki Anda sudah menunggu.

Jika Anda mempunyai misi mulia, jangan takut untuk gagal, bukan hasil yang akan dinilai, tetapi usaha Anda untuk mencapainya.

Jika kegagalan menghampiri Anda bukan berarti Anda harus menyerah, tetapi cari jalan lain, kemudian kerjakan lagi. Sekali lagi, jangan cepat menyerah.

Menyerah adalah salah satu cara untuk gagal.

Jangan lupakan kegagalan, tetapi ambilah hikmahnya.

Lupakan kekecewaan, karena harapan dimasa depan masih terbentang luas dan begitu cerah.

Jika sudah tidak ada harapan, cobalah jalan yang lain. Masih banyak jalan lain yang bisa membawa Anda menuju kesuksesan.

Anda telah mendapatkan sesuatu yang berharga pada kegagalan sebelumnya, sehingga kini Anda telah lebih bijaksana, lebih berpengalaman, dan lebih terampil.

Diantara ribuan peluang dan kesempatan, di sana ada kesuksesan, namun dikelilingi dengan kegagalan. Ambil kesempatan dan peluang tersebut, biarkan Anda gagal dalam proses menemukan kesuksesan tersebut.

Setiap kegagalan yang Anda buat adalah anak tangga Anda menuju puncak, yaitu sukses. Setiap kegagalan yang Anda temukan, memberikan arah yang jelas menuju sukses.

Kegagalan:
dapat memberikan kekuatan
ladang mendapatkan pahala
dapat menggali potensi Anda
mengembangkan kreatifitas Anda.

Apabila apa yang sudah Anda rencanakan dan Anda mimpikan tidak terwujud dengan sukses, maka langkah yang paling baik Anda ambil adalah bertawakal pada Allah SWT

Jadi, berharaplah banyak, tetapi jangan kecewa jika gagal.

Kecewa atau tidak, semua tergantung Anda, tergantung bagaimana Anda menyikapi kegagalan. Berharap sedikit hanya akan menghambat Anda mengoptimalkan potensi Anda.

Lebih banyak Anda mencoba, akan mendekatkan Anda kepada sukses, meskipun Anda akan mengalami banyak kegagalan.

Namun cuma itulah yang kita diperlukan, karena kita sering tidak tahu mana yang akan berhasil.

Kebahagian yang didapatkan oleh orang yang menghindari kekecewaan adalah kebahagian yang semu, dia bukan bahagia tetapi hanya tidak kecewa saja.

Banyak perusahaan yang dimulai dengan modal besar bangkrut, sebaliknya bisnis dengan modal kecil banyak yang berhasil. Jadi bukan uang yang menentukan keberhasilan Anda!

Ubahlah sudut pandang Anda terhadap kegagalan, maka Anda tidak akan kecewa terhadap kegagalan yang Anda alami, setidaknya kekecewaan Anda akan sedikit atau sementara saja.

Allah SWT mungkin memberikan ujian berupa kegagalan dan kehilangan kepada kita untuk mengajarkan hikmah kepada kita.

Mungkin, kegagalan, masalah, dan lingkungan yang tidak menyenangkan adalah sebagian dari skenario Allah SWT dalam membina diri kita.

Jangan hiraukan opini negatif Anda, bentuklah kebiasaan beraksi agresif dan positif terhadap ancaman, masalah, dan kegagalan. Fokuskan diri Anda pada sasaran akhirnya, terlepas apapun yang terjadi saat ini.

Jika sikap kita benar, pengalaman mengecewakan akan memberikan hikmah yang membuat kita bahagia.

Mari kita sama-sama belajar kepada pengalaman. Bukan saja pengalaman diri kita saja, tetapi kita juga bisa belajar pada pengalaman orang lain. Pengalaman adalah guru yang bijak.

Ketekunan dan kesabaran jika digabungkan menjadi modal yang sangat besar untuk meraih sukses.

Keberhasilan Anda adalah ditentukan oleh Anda sendiri dan takdir Allah SWT. Bukan oleh orang lain.

Ketimbang tersinggung dengan ejekan dan kritikan, akan lebih baik jika kita malah mengambil manfaatnya. Kadang ejekan dari musuh lebih jujur dari pada pujian seorang teman.

Para pemenang mangambil tanggung jawab terhadap hidupnya. Mereka tidak pernah menyalahkan orang lain atau pun lingkungan. Mereka tidak suka mencari-cari alasan terhadap kegagalan mereka.

Dengan hidup di atas garis, kita tidak akan mandeg dengan alasan kondisi atau apa pun yang terjadi pada diri kita. Hidup kita akan lebih hidup. Kita akan bergairah dan memiliki determinasi yang tinggi dalam mencapai cita-cita kita.

Orang yang biasa berdalih tidak akan mengambil pelajaran dari kesalahan dan kegagalan, kerena dia sudah siap untuk berdalih lagi.

Tidak akan ada keberhasilan tanpa tindakan. Tidak akan tindakan tanpa keberanian. Jadi tidak akan keberhasilan tanpa keberanian. Sukses sejalan dengan keberanian.

Jika wawasan Anda akan semakin luas, Anda akan menemukan jalan-jalan baru untuk meraih sukses. Insya Allah dalam waktu yang tidak lama ketakutan pada diri Anda akan hilang.

Jangan takut menambah saingan dengan membina orang lain, rezeki Allah begitu melimpah di bumi ini. Dan Allah telah menetapkan rezeki bagi setiap makhluk-Nya bahkan hewan melata sekalipun.

Ketakutan-ketakutan akan membatasi Anda untuk melakukan berbagai hal yang sangat berarti bagi Anda.

Mulailah sekarang juga untuk melangkah, menuju tujuan Anda meskipun selangkah demi selangkah tetapi akan membawa Anda ke tujuan, asal arah yang Anda tempuh benar.

Mimpi memang sangat perlu untuk memelihara gairah hidup dan kemajuan, tetapi mimpi tanpa disertai tindakan hanyalah seperti pepesan kosong belaka.

Aplikasi atau tindakanlah yang membuat orang sukses, tentu saja setelah mimpi yang tinggi dan ilmu yang mencukupi.

Bagaimanapun mimpi yang bernilai tinggi otomatis memerlukan pengorbanan yang tinggi pula dan kerja yang terfokus.

Diam tidak pasti, bertindak tidak pasti, kalau begitu mendingan kita bertindak.

Semakin berkerja keras kita, semakin beruntung kita. Apalagi jika niat kita lurus, tidak ada kerja keras kita yang sia-sia. Allah Mahatahu, sehingga pasti akan tahu apa yang terbaik bagi kita, termasuk mungkin kita harus lebih banyak berusaha.

Sedetik waktu terlewat, tidak akan pernah bisa kembali. Maka jangan sia-siakan waktu yang kita miliki.

Sesungguhnya waktu adalah hidup, dan hidup sendiri adalah menjalani waktu. Sejauh mana Anda menghargai waktu, berarti sejauh itulah Anda menghargai hidup Anda.

Bekerjalah sebaik mungkin, pikirkan berbagai kemungkinan yang terjadi, sehingga jika kemungkinan tersebut datang kita sudah siap. Bisa saja esok akan lebih sulit.

Ketidakpastian selalu menyertai kita, jangan lari, percuma. Yang perlu dilakukan ialah gunakanlah kreatifitas Anda untuk mencari solusi-solusi baru dan tetaplah semangat untuk
mengaplikasikan solusi-solusi tersebut.

Mungkin saja setiap masalah dan tantangan yang kita anggap sulit itu masih ada solusinya, namun belum terpikirkan oleh kita.

Hindarilah membatasi diri Anda, pikiran-pikiran Anda, atau mimpi-mimpi Anda, sebab, apa yang kita lakukan atau apa yang kita buat esok hari tidak pernah terpikirkan hari ini.

Manusia sudah diberi kemampuan untuk berkreasi.

Tidak ada waktu yang lebih baik selain sekarang untuk memulai hidup yang baik. Anda tidak perlu untuk menciptakan ulang kehidupan anda di waktu yang sudah lewat. Mulailah meskipun hanya dengan satu langkah, yang penting anda memulai, jangan ditunda untuk besok.

Jika Anda ingin beruntung, persiapkan diri Anda dengan membina sikap Anda dan membekali diri dengan berbagai keterampilan yang memadai.

Anak bebek akan bertingkah seperti ayam saat menganggap dirinya ayam. Sebaliknya anak bebek bertingkah laku sebagai mana bebek lainnya saat dia sadar kalau dia itu bebek. Fenomena ini juga berlaku pada manusia, dia akan bertingkah sesuai dengan anggapan pada dirinya sendiri.

Sekali kita underestimate terhadap diri sendiri, kita akan rugi, karena potensi kita akan terkungkung oleh batas yang terlalu sempit dibandingkan dengan batas yang sebenarnya.


Cacat atau kekurangan lainnya mem ang akan membatasi kebebasan kita di suatu sisi. Namun kebebasan itu banyak dan bermacam-macam, jika salah satu kebebasan kita terpenjara, kita masih bisa mencari kebebasan yang lainnya.

Jangan menganggap diri kita tidak mampu sebelum mencoba, belajar, dan berlatih.

Kita memiliki keunikan masing-masing yang dapat menjadi keunggulan kita masing-masing.

Jika Anda belum merasa memiliki keunggulan saat ini, mungkin Anda belum memiliki semangat yang tinggi dan motivasi yang kuat dalam rangka menggali potensi Anda. Untuk meraih keunggulan lebih tinggi kita memerlukan bantuan orang lain.

Dalam mengahadapi perubahan dan untuk menjadi manusia unggul ada satu jalan yang tidak boleh tidak harus kita lakukan, yaitu selalu memperbaiki diri terus-menerus.

Allah SWT memerintahkan kita untuk mau berpikir tentang penciptaan-Nya yang begitu menakjubkan, rumit, dan kompleks. Namun semua itu telah Allah SWT tundukan untuk kita. Ini sebagai tanda bahwa manusia memiliki kemampuan (dari Allah) untuk menundukan apa yang ada di langit dan di bumi.

Mengevaluasi apa yang kita lakukan dan semua pencapaian kita. Apapun hasilnya akan menjadi fondasi kuat untuk kehidupan kita dimasa mendatang yang lebih baik.

Lalui kesulitan dan betakwalah, maka kemudahan pun akan datang.

Sikap Terbaik Seorang Mujahid

Bismillahirrachmaanirrochim

SIKAP TERBAIK SEORANG MUJAHID


Sejak dicetuskannya proklamasi Negara Islam Indonesia Tanggal 7 Agustus 1949 oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewiryo, maka atas kehendak Allah S.W.T. Indonesia ini terpecah menjadi dua kelompok, yaitu kelompok yang mengikuti Negara Islam Indonesia dan kelompok yang mengikuti Negara Republik Indonesia.

Negara Islam Indonesia dengan Al-Qur’an dan Hadits Shohih sebagai hukum tertingginya mampu bertahan selama 13 Tahun hingga akhirnya pada tahun 1962 atas kehendak Allah S.W.T. pula, harus mengalami kekalahan karena siasat licik yang dilancarkan Negara Republik Indonesia melalui sistim pertahanannya yang dikenal dengan istilah “PAGAR BETIS” (Rakyat tidak berdosa dijadikan tameng).. Dimana, pada akhirnya sebagian besar pasukan TII menyerah tanpa syarat kepada Negara Republik Indonesia yang kemudian secara berjam’ah menyatakan tekad dalam teks “IKRAR BERSAMA” bahwa mereka kembali ke pangkuan Negara Republik Indonesia dan menyatakan Negara Islam Indonesia adalah sesat, inilah adalah suatu penghianatan terbesar kepada Allah S.W.T.. Kemudian, Imam Kartosoewirya tertangkap dan diksesusi mati. Beliau memilih mati di ekseskusi daripada harus dimurkai Allah S.W.T. Beliau tidak pernah membubaran Negara Islam Indonesia dan tidak pernah mencabut proklamasi Negara Islam Indonesia, karena beliau faham bahwa itu bukanlah wewenang nya, Negara Islam Indonesia adalah milik Allah S.W.T.. Negara Islam Indonesia didirikan atas perintah Allah S.W.T., Negara Islam Indonesia adalah Ad-daulatul Islamiyah (Kekuasaan Islam) yang syah secara Syar’i, juga bukanlah akal-akalan Imam Kartosoewiryo dan bukan pula karena Imam Kartosoewiryo ambisi kekuasaan, kalaulah sekiranya beliau ambisi kekuasaan mengapa pula beliau harus memilih mati. Menegakkan Ad-daulatul Islamiyah (Negara Islam) adalah wajib secara syar’i karena dengan tegaknya daulah islam maka syari’at islam dan hukum-hukum islam dapat dilaksanakan dengan sempurna.

Dalam Firman-Nya Allah Ta’ala di Surat 42 Ayat 13 :


Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang dien apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa Yaitu: Tegakkanlah dien dan janganlah kamu berpecah belah didalamnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik dien yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada dien itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).


Dengan demikian perjuangan Negara Islam Indonesia tidak boleh berakhir begitu saja, ini tidak ada kamusnya dalam Al-Quran dan Al Hadits.. Dan disaat kemunculannya kembali Imam kedua Negara Islam Indonesia sebagai penerus estafeta kepemimpinan, saat itu dimasa Negara Republik Indonesia dalam kepemimpinan Soeharto, belum ada satupun ormas islam atau jama’ah islam manapun di Indonesia yang menyerukan penegakkan syari’at islam, bahkan tidak ada satu partai pun yang berani berbicara mengenai penegakan syari’at islam.. Memang, ada letupan-letupan kecil dari sekelompok umat islam yang menyerukan jihad, namun itupun dengan mudah dapat ditumpas oleh Soeharto sehingga sebagian besar masyarakat termakan oleh propagandanya yang jahat dengan istilah GPK (Gerakan Pengacau Keamanan), GPL (Gerakan Pengacau Liar), Pemberontak, dsb.

Dalam keadaan demikian dimana kondisi umat islam carut marut bagaikan ayam kehilangan induknya, perjuangan Negara Islam Indonesia terus berlangsung secara sembunyi-sembunyi dalam rangka menyusun kembali sisa-sisa kekuatan yang sudah tercerai berai melalui estafeta kepemimpinan yang syah, baik secara syar’i maupun hukum (lihat MKT no. 11 dalam strafrecht Negara Islam Indonesia). Karena menghentikan jihad (perrjuangan) berarti berkhianat kepa Allah Ta’ala.

Sebagaimana Firman Allah Ta’ala Surat 12 Ayat 52 :


(Yusuf berkata): "Yang demikian itu agar Dia (Al Aziz) mengetahui bahwa Sesungguhnya aku tidak berkhianat kepadanya di belakangnya, dan bahwasanya Allah tidak meridhai tipu daya orang-orang yang berkhianat.


Kemudian Firman Allah Ta’ala lainnya dalam Surat 8 Ayat 27 :



Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.


Kemudian dalam sabda Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam:


إن امر عليكم عبد مجدع (حسبتها قالت) أسود يقودكم بكتاب الله فاسمعوا له وأطيعوا {مسلم عن يحي بن حصين}.


“Apabila diangkat untuk memimpin kamu seorang budak yang terpotong hidungnya –say (Yahya bin Hushain) mengira, dia (Ummu Hushain) berkata-yang hitam, selama memimpin kamu dengan kitab Allah maka dengarlah dan taatilah (HR.Muslim dari Yahya bin Hushain).


Estafeta perjuangan jihad fi sabilillah Negara Islam Indonesia ini terus berlanjut hingga kini secara sembunyi-sembunyi, dan sembunyi-sembunyi ini dilakukan karena demi kemaslahatan umat islam, karena kaum muslimin masih dalam keadaan lemah. Namun walaupun demikian tidak dibenarkan untuk berdamai dengan mereka karena akibatnya akan menyeret perjuangan islam kearah yang mereka kehendaki.

Berdasarkan firman Allah Ta’ala :

فلا تهنوا وتدعوا إلى السلم وأنتم الأعلون

“janganlah kalian merasa lemah dan mengajak damai padahal kalianlah yang paling tinggi (QS Muhammad : 35)


Pola jihad yang dijalankan oleh Imam Kartosoewiryo adalah Pola Jihad Non Kooperative (tidak bergandengan tangan dengan musuh Allah Ta’ala). Pola Jihad ini dibenarkan oleh Allah S.W.T.,sebagaimana Firman-Nya dalam Surat 60 Ayat 4 :


Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya Kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, Kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara Kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja…

Dimasa sekarang ini seruan penegakkan syari’at islam sudah mulai menggema dimana-mana, Umat Islam sudah mulai berani bersuara. Umat Islam tampak lebih bebas menyuarakan aspirasinya,. Melalui ormas-ormas islam dan partai-partai islam, seruan penegakkan syari’at islam sudah mengemuka. Rupanya, ini terjadi karena adanya angin segar yang ditiupkan pemerintah Republik Indonesia yaitu sejak lengsernya kepemimpinan Presiden Soeharto pada tahun 1997 didukung oleh Lembaga perlindungan HAM bermunculan dimana-mana bahkan ditingkat dunia. Namun ingat, Rasa Aman itu adalah Racun. Ini adalah modus operandi orang kafir untuk menghancurkan Islam. Apabila sudah tidak bisa menghentikan semangat jihad umat islam dengan cara-cara kekerasan maka mereka akan menempuh cara-cara yang halus dan lebih bersahabat. Karena dalam melancarkan strateginya ini mereka butuh dukungan umat islam itu sendiri. Mereka tahu umat islam hanya bisa dikalahkan dengan umat islam sendiri. Dilain pihak kekuatan dan kekuasaan masih dimiliki oleh mereka karena kekuasaan berada di tangan mereka dan hukum-hukum yang berlaku adalah hukum-hukum mereka.

Perlu disadari, bahwa umat islam bisa melaksanakan sebagian syiar-syiar secara terang-terangan, bukan karena perlindungan dari hukum islam yang dikehendaki Allah Ta’ala. melainkan karena diizinkan oleh penguasa yang melindungi rakyatnya dengan hukum-hukum non islam. Jika sang penguasa tersebut ingin merubah keamanan menjadi ketakutan dan fitnah, lewat kekuasaan dan tentaranya, tentulah sang penguasa tersebut (dengan mudah) bisa melakukannya, seperti realita saat ini di banyak negara kafir dengan mengatasnamakan perang melawan terorisme dan kaum fundamentalis, mereka membunuh umat muslim dengan semena-mena.

Oleh karena itu, seperti yang sudah dikutip dalam firman Allah Ta’ala diatas (Surat 60 Ayat 4). Perjuangan jihad menegakkan Dienullah harus dijalankan secara independen/Non Kooperative (berlepas diri dari keterikatan dengan musuh secara Aqidah/Ideologi dan secara structural) kecuali untuk tujuan bersosial, bisnis, dagang atau bekerja untuk mencari nafkah selama hal itu tidak melanggar syar’i. Perjuangan melalui struktural (seperti perjuangan dengan melalui Parlemen,Partai, DPR, dsb) tidak akan membuahkan hasil yang baik sebab sudah dapat dipastikan akan melahirkan kontrak politik yang akhirnya akan merugikan umat islam itu sendiri dan merusak kemurnian jihad, ujung-ujungnya apabila ada perselisihan akan dikembalikan kepada hukum non islam. Jadi tidak mungkin kita dapat menghidupkan syariat islam dalam wadah yang bukan islam, seperti peribahasa “ikan tidak mungkin bisa hidup didaratan karena ikan tempatnya di air”

Apabila wadahnya belum ada maka diwajibkan bagi kita untuk mengadakan wadah itu.


Seperti menurut Ibnu Katsir menukilkan kaidah Ushul Fiqh yang berbunyi :

وَمَا لاَ يـَتـِمُّ اْلـوَاجـِبُ إِلاَّ بِهِ فَهـُوَ وَاجـِبٌ.

“Sesuatu yang menyebabkan kewajiban tidak dapat terlaksana dengan sempurna, maka sesuatu itu menjadi wajib adanya”.

Syariat Islam saat ini tidak dapat dilaksanakan dengan sempurna karena tidak ada wadah atau wilayahnya, sementara dilain pihak melaksanakan syariat islam adalah wajib hukumnya (lihat Surat 42 Ayat 13 diatas) maka mengadakan wadah itu menjadi wajib hukumnya.

Jadi menegakkan islam tidak mungkin bisa diperjuangkan melalui parlemen. Karena memang itulah keinginan mereka. Sehingga mereka dapat mengatur dan mengendalikan kita. Dan kitapun sudah dilarang oleh Allah Ta’ala untuk duduk bersama-sama mereka yang mengingkari ayat-ayat Allah Ta’ala, karena kalau demikian berarti sama saja dengan mereka (orang kafir itu). Seperti Firman Allah Ta’ala dalam Surat 4 Ayat 140 :


Dan sungguh Allah telah menurunkan kekuatan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), Maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. karena Sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahannam,

Dan tatkala partai islam menang maka diparlemen akan terjadi sharing kekuasaan dengan partai lainnya yang juga sama-sama merasa ikut andil dalam Pemilu itu sendiri, mereka akan meminta jatah kursi sesuai dengan peraturan yang mereka buat.

Seperti dikutip dalam Firman Allah Ta’ala Surat 4 Ayat 141 :



141. (yaitu) orang-orang yang menunggu-nunggu (peristiwa) yang akan terjadi pada dirimu (hai orang-orang mukmin). Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah mereka berkata: "Bukankah Kami beserta kamu ?" dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan (kemenangan) mereka berkata: "Bukankah Kami turut memenangkanmu, dan membela kamu dari orang-orang mukmin?" Maka Allah akan memberi keputusan di antara kamu di hari kiamat dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.


Sedangkan umat islam dilarang oleh Allah Ta’ala untuk mengikuti pemimpin-pemimpin yang mengekor kepada pemimpin yahudi dan nasrani (Amerika dan sekutunya), menurut Allah Ta’ala hal itu berarti sama saja seperti mereka. Sebagaimana Firman Allah Ta’ala Surat 5 Ayat 51 :


51. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, Maka Sesungguhnya orang itu Termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.


Memang, perjuangan Ormas-ormas, Jama’ah-jama’ah islam yang ada sekarang, itupun ada manfaatnya, minimal untuk menggugah kesadaran umat islam secara kultural, namun dengan tidak menapikan cara-cara yang dicontohkan oleh Rasulullah S.A.W. dan Nabi Ibrahim A.S. Dimana Rasulullahpun berjihad secara independent (berlepas diri) dari keterikatan dengan musuhnya sampai Rasulullah berhijrah ke Yastrib (Madinah sekarang) dan mendirikan Daaru Al-Islam (Daulah Islamiyah).

Kemudian ada pula yang berjuang dengan cara-cara kekerasan (anarkis, destruktif) seperti peledakan-peledakan Bom pada tempat-tempat dimana orang-orang kafir sering berkumpul atau tempat-tempat vital bagi orang-orang kafir. Cara-cara seperti Itu tampaknya kurang tepat dilakukan meskipun ada juga sedikit manfaatnya, minimal dapat menggentarkan musuh-musuh Allah Ta’ala. Namun akhirnya dapat ditumpas dengan mudah, dan bahkan mengakibatkan umat islam makin terpojok, terus ditindas dan dihina. Dilain pihak, mereka (musuh-musuh Allah Ta’ala makin waspada melihat keadaan ini). Dikhawatirkan ini akan menjadi boomerang bagi umat islam itu sendiri. Karena sudah pasti mereka tidak akan membiarkan umat islam muncul menjadi kekuatan yang membahayakan.

Syari’at islam sudah pernah tegak berdiri pada masa Orde Lama dahulu selama 13 tahun, walaupun dalam masa peperangan, tapi itulah sejarah yang harus dijadikan ibroh (pelajaran). Kalau seandainya pada saat itu umat islam bersatu dibawah panji Negara Islam Indonesia bukan tidak mungkin Indonesia sudah menjadi Negara Islam saat ini,i dimana Syari’at Islam dapat berlaku seluas-luasnya.

Negara Islam Indonesia yang menjunjung tinggi hukum-hukum islam itu, seharusnya dibela dan dipertahankan oleh umat islam. Namun, propaganda musuh Allah Ta’ala berhasil membalikan fakta. Inilah yang terjadi saat ini, Negara Islam Indonesia hanya dipandang sebelah mata dan dianggap tidak ada walaupun kenyataannya masih ada. Padahal Hukum-hukum Islam sudah berada pada genggaman Negara Islam Indonesia yang sudah disusun secara lengkap, jelas dan terinci secara syar’i,

Bom Bali sudah berlalu, pelakunya sudah dieksekusi (Insya Allah Syahid) seluruh umat islam Indonesia terhenyak dengan peristiwa ini seakan-akan baru terbangun dari tidurnya yang nyenyak . Keharuman nama Amrozi, Ali Gufron dan Imam Samudra menebar di sebagian kalangan umat islam yang militan, dan mereka menangis ditinggalkan manusia terbaik, ter-istiqomah dan pemberani yang lahir dari bangsa Indonesia. Tapi umat islam lupa, berperang dengan kekuatan senjata dalam barisan yang kokoh dan teratur untuk melawan kaum kafir lebih baik daripada itu. Allah Ta’ala lebih menyukai memerangi umat islam dalam barisan yang kokoh dan teratur seperti Firman-Nya dalam surat 61 Ayat 4 :


Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.

Mari kita berpikir jernih, dan merenungilah sebentar untuk peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi seperti Bom Bali, Bom Marriot, Bom Kuningan, Bom Antapani, Bom Kedubes Australia dan Bom-bom lainnya, juga penyerangan FPI terhadap Ahmadiyah dan penyerangan-penyerangan lainnya. Namun, bukankah Negara Islam Indonesia juga menyerukan jihad fi sabilillah ?. Memang, dalam berjihad diperlukan kesabaran yang tinggi karena jihad bukan persoalan mudah, keluar harus menghadapi musuh Allah Ta’ala, kedalam harus memerangi diri dari hawa nafsu yang berapi-api sehingga harus dihadapi dengan kesabaran. Sebagaimana Firman Allah Ta’ala dalam Surat surat 3 Ayat 142 :


Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, Padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar.


Jihad butuh kesabaran, jihad tidak bisa dilaksanakan dengan tergesa-gesa. Mereka (musuh Allah Ta’ala) akan lebih suka apabila emosi umat islam terpancing karena ini akan jadi boomerang bagi umat islam sendiri, sehingga mereka punya alasan untuk menindaknya,. Oleh karena itu, wahai kaum muslimin, berperanglah dengan barisan yang kokoh dan teratur. Berimam dan berhukum dengan hukum islam.

Dan membiarkan hokum-hukum non islam berlaku berarti akan membiarkan fitnah-fitnah terhadap islam ini didunia terus terjadi.

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mewajibkan kita untuk memerangi orang-orang kafir (yang tidak berhukum dengan hokum Allah Ta’ala) hingga hingga tidak ada lagi fitnah dan seluruh Diin hanyalah milik Allah.

Allah S.W.T. Berfirman

وقاتلوهم حتى لاتكون فتنة ويكون الدين كله لله

“Dan perangilah mereka hingga tidak ada lagi fitnah dan Diin seluruhnya milik Allah (QS Al-anfal 39).

Wallahu alam bishawab.

Wassalam.

Rahasia dan Sejarah Hajar Aswad

Hajar Aswad adalah “batu hitam” yang terletak di sudut sebelah Tenggara Ka’bah, yaitu sudut darimana Tawaf dimulai. Hajar Aswad merupakan jenis batu ‘RUBY’ yang diturunkan Allah dari surga melalui malaikat Jibril.

Hajar Aswad terdiri dari delapan keping yang terkumpul dan diikat dengan lingkaran perak. Batu hitam itu sudah licin karena terus menerus di kecup, dicium dan diusap-usap oleh jutaan bahkan milyaran manusia sejak Nabi Adam, yaitu jamaah yang datang ke Baitullah, baik untuk haji maupun untuk tujuan Umrah. Harap dicatat bahwa panggilan Haji telah berlangsung sejak lama yaitu sejak Nabi Adam AS. Bahkan masyarakat Jahilliah yang musyrik dan menyembah berhala pun masih secara setia melayani jemaah haji yang datang tiap tahun dari berbagai belahan dunia.

Nenek moyang Rasulullah, termasuk kakeknya Abdul Muthalib adalah para ahli waris dan pengurus Ka’bah. Atau secara spesifik adalah penanggung jawab air zamzam yang selalu menjadi primadona dan incaran para jemaah haji dan para penziarah. Hadist Sahih riwayat Tarmizi dan Abdullah bin Amir bin Ash mengatakan bahwa Rasul SAW bersabda :

Satu riwayat Sahih lainnya menyatakan:
“ Rukun (HajarAswad) dan makam (Batu/Makam Ibrahim) berasal dari batu-batu ruby surga yang kalau tidak karena sentuhan dosa-dosa manusia akan dapat menyinari antara timur dan barat. Setiap orang sakit yang memegangnya akan sembuh dari sakitnya”

Hadist Sahih riwayat Imam Bathaqie dan Ibnu ‘Abas RA, bahwa Rasul SAW bersabda:
“Allah akan membangkitkan Al-Hajar (Hajar Aswad) pada hari kiamat. Ia dapat melihat dan dapat berkata. Ia akan menjadi saksi terhadap orang yang pernah memegangnya dengan ikhlas dan benar”.

Hadis Siti Aisyah RA mengatakan bahwa Rasul SAW bersabda:
“Nikmatilah (peganglah) Hajar Aswad ini sebelum diangkat (dari bumi). Ia berasal dari surga dan setiap sesuatu yang keluar dari surga akan kembali ke surga sebelum kiamat”.

Berdasarkan bunyi Hadist itulah antara lain maka setiap jamaah haji baik yang mengerti maupun tidak mengerti akan senantiasa menjadikan Hajar Aswad sebagai ‘target’ berburu …. saya harus menciumnya. Mencium Hajar Aswad!!!.
Tapi apa bisa? Dua juta jemaah, datang dimusim haji secara bersamaan dan antri untuk keperluan dan target yang sama. Begitu padatnya, maka anda harus rela dan ikhlas untuk hanya bisa memberii ‘kecupan’ jarak jauh sembari melafaskan basmalah dan takbir: Bismillah Wallahu Akbar.

Hadis tersebut mengatakan bahwa disunatkan membaca do’a ketika hendak istilam (mengusap) atau melambainya pada permulaan thawaf atau pada setiap putaran, sebagai mana, diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA. Artinya:
“Bahwa Nabi Muhammad SAW datang ke Ka’bah lalu diusapnya Hajar Aswad sambil membaca Bismillah Wallahu Akbar”.

Lanjutannya dikisahkan bahwa batu hitam tersebut pernah terkubur pasir selama beberapa waktu.

RIWAYATNYA
Dalam riwayat lanjutannya bahwa batu hitam tersebut pernah terkubur pasir selama beberapa lama dan secara ajaib ditemukan kembali oleh Nabi Ismail AS ketika ia berusaha mendapatkan batu tambahan untuk menutupi dinding Ka’bah yang masih sedikit kurang. Batu yang ditemukan inilah rupanya yang sedang dicari oleh Nabi Ibrahim AS, yang serta merta sangat gembira dan tak henti-hantinya menciumi batu tersebut. Bahkan, ketika sudah tiba dekat ka’bah, batu itu tak segera diletakan di tempatnya. Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS menggotong batu itu sambil memutari Ka’bah tujuh putaran.

DIANGKUT DENGAN SORBAN MUHAMMAD
Diantara peristiwa penting yang berkenaan dengan batu ini adalah yang terjadi pada tahun 16 sebelum Hijrah (606 M) yaitu ketika suku Quraisy melakukan pemugaran Ka’bah. Pada saat itu hampir saja terjadi pertumpahan darah yang hebat karena sudah lima hari lima malam mereka dalam situasi gawat, karena keempat kabilah dalam suku Quraisy itu terus bersitegang ngotot pada pendapat dan kehendak masing-masing siapa yang mengangkat dan meletakkan kembali batu ini ketempat semula karena pemugaran Ka’bah sudah selesai.

Akhirnya muncul usul dari Abu Umayyah bin Mughirah Al-Mukhzumi yang mengatakan
”Alangkah baiknya kalau keputusan ini kita serahkan kepada orang yang pertama kali masuk masjid pada hari ini.”

Pendapat sesepuh Quraisy Abu Umayyah ini disepakati. Dan ternyata orang pertama masuk pada hari itu adalah Muhammad bin Abdullah yang waktu itu masih berusia 35 tahun. Menjadi rahasia umum pada masa itu bahwa akhlak dan budi pekerti Muhammad telah terkenal jujur dan bersih sehingga dijuluki Al-Amin (orang yang terpercaya).

Muhammad muda yang organ tubuhnya yaitu HATI-nya pernah dibersihkan lewat operasi oleh Malaikat, memang sudah dikenal luas tidak pernah bohong dan tidak pernah ingkar janji. Lalu apa jawaban dan tindakan Muhammad terhadap usul itu?

Muhammad menuju tempat pernyimpanan Hajar Aswad itu lalu membentangkan sorbannya dan meletakkan batu mulia itu ditengah-tengah sorban kemudian meminta satu orang wakil dari masing-masing kabilah yang sedang bertengkar untuk memegang sudut sorban itu dan bersama-sama menggotongnya kesudut dimana batu itu hendak diletakkan. Supaya adil, Muhammad pulalah yang memasang batu itu ketempat semula.

RAHASIA HAJAR AL-ASWAD

Kita semua tahu bahwa Hajar Aswad hanyalah batu yang tidak memberikan mudorat atau manfaat, begitu juga dengan Ka’bah, ia hanyalah bangunan yang terbuat dari batu. Akan tetapi apa yang kita lakukan dalam prosesi ibadah haji tersebut adalah sekedar mengikuti ajaran dan sunnah Nabi SAW. Jadi apa yang kita lakukan bukanlah menyembah Batu, dan tidak juga menyembah Ka’bah.

Umar bin Khatab berkata “Aku tahu bahwa kau hanyalah batu, kalaulah bukan karena aku melihat kekasihku Nabi SAW menciummu dan menyentuhmu, maka aku tidak akan menyentuhmu atau menciummu”

Allah memerintahkan kita untuk Thawaf mengelilingi Ka’bah dan Dia pula yang telah memerintahkan untuk mencium Hajar Aswad. Rasulullah juga melakukan itu semua, dan tentu saja apa yang dilakukan oleh beliau pastilah berasal dari Allah, sebagaimana yang terdapat dalam firmanNya : “Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (QS. An-Najm : 53 ) “.

Hajar Aswad berasal dari surga. Batu ini pula yang menjadi fondasi pertama bangunan Ka’bah, dan ia menghitam akibat banyaknya dosa manusia yang melekat disana pada saat mereka melakukan pertaubatan. Tidakkah orang yang beriman merasa malu, jika hati mereka menghitam akibat dosa yang telah dilakukan. Rasulullah bersabda “Ketika Hajar Aswad turun, keadaannya masih putih, lebih putih dari susu, lalu ia menjadi hitam akibat dosa-dosa anak Adam (HR Tirmidzi).

sumber artikel : At-tiin Tour